Ada Sebuah Bengkel mobil, Bayangkan bila ada Tukang yang bagian gudang yang menyediakan bahan baku, kemudian ada Tukang yang mencampur Cat agar sesuai dengan keinginan pelanggan, dan ada Tukang yang melakukan penyeprotan cat. Semuanya adalah orang yang berbeda.
Saat Pagi bila salah satu dari mereka terlambat datang maka otomatis proses pengecatan tidak bisa dimulai dan harus menunggu sampai "Team Cat" ini lengkap baru pengerjaan dapat dimulai.
Proses yang mundur ini bila dibiarkan terus menurus akan menimbulkan kerugian perusahaan. Belum lagi kalau yang terlambat ini bergantian jadi hari pertama tukang yang semprot, hari kedua tukang yang mencampur dst.
Bengkel ini Sebenarnya sudah memiliki mesin absensi, Dan Membuat aturan
barang siapa yang terlambat maka setiap keterlambatan akan di denda seribu per menit.
dan semua uang yang didapat perusahaan akan di total dan dikembalikan lagi ke pegawai
saat nanti ada doorprize acara lebaran atau Ultah Perusahaan.
Pada intinya perusahaan tidak ingin mengambil keuntungan dari keterlambatan pegawai ini
tapi juga ingin menegakkan disiplin sehingga berbagai proses dapat segera berjalan tanpa
saling menunggu.
Pada awalnya sebelum menggunakan Sistim komputer, bagian Admin akan mengambil data dari
mesin Absensi pada akhir bulan sebelum gajian, kemudian mengelompokkan berdasarkan nama
dan melakukan total keterlambatan. Sistim ini memakan waktu yang cukup lama setiap akhir bulan
saat gajian
karena itu kita buatkan custom program yang melakukan import data dari mesin absensi.
jadi bagian admin cukup memberikan masukan data dari mesin absen langsung ke program.
Nanti program yang akan mengelompokkan sendiri berdasarkan identitas pegawai
Saat ingin menghitung gaji pegawai, maka Admin HRD tinggal menekan tombol Batch Gaji
(proses menghitung gaji setiap pegawai). dan program akan Otomatis Menghitung total
keterlambatan yang dipotongkan pada gaji pegawai tersebut.
gambar berikut memberi gambaran pegawai itu terlambat berapa menit dan kapan detilnya.
Dengan memberikan detil laporan penggajian pada setiap pegawai bengkel,
maka pegawai juga benar-benar berusaha supaya tidak datang terlambat,
sehingga produktifitas dapat meningkat dengan tanpa harus saling menunggu
Pegawai juga memiliki kepercayaan (Trust) kepada perusahaan karena diberi
detil kapan dia terlambat dan berapa lama keterlambatannya.

